<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://palu.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://palu.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 01:29:12 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Kantor SAR Palu Lakukan Asesmen dan Pemantauan Intensif]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/gempa-magnitudo-67-guncang-sulawesi-tengah-kantor-sar-palu-lakukan-asesmen-dan-pemantauan-intensif</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Palu</strong>-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27.44 WIB atau 11.27.44 WITA dengan pusat gempa berada di daratan pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, serta Kabupaten Tojo Una-Una, khususnya wilayah Ampana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepanikan sempat terjadi di tengah masyarakat. Warga dilaporkan berhamburan keluar rumah maupun bangunan untuk menyelamatkan diri saat guncangan berlangsung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan instansi terkait, hingga Selasa (16/6/2026) pukul 13.30 WITA belum terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, terdapat delapan warga yang mengalami luka-luka dan saat ini mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Torabelo Palolo, Kabupaten Sigi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dari delapan korban tersebut, dua orang mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan di kepala di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Sementara enam korban lainnya mengalami luka ringan yang terdiri dari tiga orang di Kecamatan Nokilalaki, dua orang di Kecamatan Palolo, dan satu orang di Kecamatan Sigi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selain korban luka, beberapa laporan kerusakan bangunan juga telah diterima dan masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Pada pukul 12.39 WITA, Kantor SAR Palu berkoordinasi dengan BPBD Kota Palu terkait dampak gempa. Hasil koordinasi sementara menyebutkan tidak terdapat kerusakan material yang signifikan di wilayah Kota Palu dan kondisi masyarakat secara umum dalam keadaan aman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selanjutnya, pada pukul 13.00 WITA, tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu bergerak menuju Auditorium Universitas Tadulako untuk melakukan asesmen terhadap laporan robohnya sebagian plafon bangunan yang diduga terdampak guncangan gempa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapsiagaan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>"Sejak menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk mengetahui dampak yang terjadi di lapangan. Tim juga telah melakukan asesmen ke sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak. Hingga saat ini personel dan peralatan SAR tetap disiagakan untuk mengantisipasi apabila diperlukan tindakan evakuasi maupun bantuan kedaruratan,"</em> ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 13.30 WITA tercatat telah terjadi sebanyak 21 kali gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan BMKG.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Sementara itu, fasilitas umum seperti rumah sakit dan Bandara Sis Al Jufri Palu terpantau dalam kondisi aman dan tetap beroperasi seperti biasa.(hms)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13816</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 01:29:11 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dua Wisatawan Cilik Berhasil Diselamatkan dari Arus Deras Sungai Tuweley]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/dua-wisatawan-cilik-berhasil-diselamatkan-dari-arus-deras-sungai-tuweley</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Tolitoli</strong> -Dua wisatawan lokal yang sempat terjebak arus deras di Sungai Tuweley, Desa Tuweley, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa (16/6/2026) sore.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari Yudi selaku Danpos Unit Siaga SAR Tolitoli pada pukul 15.20 Wita. Berdasarkan laporan, lokasi kejadian berada di Sungai Tuweley dengan koordinat 1&deg;2'56.10" LU dan 120&deg;50'33.70" BT atau sekitar 5 kilometer arah timur laut dari Unit Siaga SAR Tolitoli dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 13.21 Wita saat dua anak bernama Algazali (7) dan Haikal (8) sedang berenang di kawasan permandian Bendungan Sungai Tuweley. Namun, pada pukul 14.34 Wita tiba-tiba terjadi air bah yang menyebabkan keduanya terjebak dan tidak dapat menyelamatkan diri. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Unit Siaga SAR Tolitoli untuk meminta bantuan SAR.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli bersama unsur potensi SAR setempat segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi pada pukul 16.00 Wita, tim melaksanakan briefing, pengecekan kesiapan personel dan peralatan, pembagian tugas, serta memberikan petunjuk keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Upaya penyelamatan membuahkan hasil. Pada pukul 16.30 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi kedua korban dalam keadaan selamat. Selanjutnya, Algazali dan Haikal dievakuasi ke Desa Tuweley dan diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Koordinator Unit Siaga SAR Tolitoli menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar berkat respons cepat tim di lapangan serta dukungan dari berbagai unsur yang terlibat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">"Setelah menerima laporan, tim rescue segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan. Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan dan kondisi yang mendukung, kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan baik," ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan telah dievakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat, pada pukul 16.45 Wita operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah diberikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Adapun data korban yang berhasil diselamatkan yakni:</p>
<ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;">Algazali (laki-laki, 7 tahun);</li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;">Haikal (laki-laki, 8 tahun).</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli, pihak keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Peralatan yang digunakan meliputi Rescue Car, peralatan mountaineering, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selama pelaksanaan operasi SAR, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 10,1 km/jam dari arah barat laut.(hms)</p>
<p class="MsoNormal"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="https://palu.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_91121496311781610379119.jpg" width="454" height="340"></p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13815</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 01:29:12 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN LANJUTKAN PENCARIAN WARGA YANG HANYUT DI SUNGAI LARIANG, POSO]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-lanjutkan-pencarian-warga-yang-hanyut-di-sungai-lariang-poso</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Poso</strong>-Tim SAR Gabungan melanjutkan upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Korban diketahui bernama <strong>Gito Aprianto (31)</strong> yang diduga terseret arus saat menyeberangi sungai usai pulang dari aktivitas menambang emas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal menjelaskan, informasi kejadian diterima dari Kepala Desa Doda Lore, Cristian, pada Minggu (14/6) pukul 10.10 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memberangkatkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 16.00 Wita. Saat itu, korban bersama adiknya dalam perjalanan pulang dari kawasan Bulu Tuwo setelah melakukan aktivitas menambang emas. Ketika hendak menyeberangi Sungai Lariang, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terseret derasnya arus sungai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Adik korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak berhasil. Keluarga bersama masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian, tetapi korban belum ditemukan sehingga bantuan SAR pun diminta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setibanya di Desa Doda Lore, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan unsur terkait sebelum melaksanakan pencarian hingga sore hari. Namun, upaya pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Memasuki hari kedua operasi, Senin (15/6), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian setelah melaksanakan briefing yang meliputi pengecekan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penyampaian prosedur keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). <strong>SRU 1</strong> melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi Sungai Lariang dengan panjang lintasan sekitar 6 kilometer. Sementara itu, <strong>SRU 2</strong> melaksanakan penyisiran darat dari Desa Teba menuju Desa Lelio dengan jarak pencarian sekitar 7 kilometer.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengatakan seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian hingga korban dapat ditemukan.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>"Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap korban. Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi tantangan di lapangan, namun kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu,"</em> ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, pemerintah desa, pihak keluarga, serta masyarakat setempat. Adapun peralatan yang digunakan antara lain rescue car, perahu karet, peralatan navigasi, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian terhadap Gito Aprianto masih terus berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13814</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:28:49 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bailo Resmi Dihentikan Setelah Tujuh Hari Pencarian]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/operasi-pencarian-nelayan-hilang-di-perairan-bailo-resmi-dihentikan-setelah-tujuh-hari-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Tojo Una-Una</strong>-Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di Perairan Desa Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, resmi dihentikan pada Selasa (9/6) sore setelah berlangsung selama tujuh hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Korban diketahui bernama Rizki (20), seorang nelayan asal Desa Bailo yang berangkat memancing pada Senin, 1 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 Wita. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban memiliki kebiasaan kembali ke daratan keesokan harinya. Namun hingga Rabu, 3 Juni 2026, korban belum kembali sehingga keluarga bersama masyarakat setempat melakukan pencarian secara mandiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR (USS) Ampana dan meminta bantuan pencarian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pagi untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, serta pembagian tugas pencarian sesuai prosedur operasi yang berlaku. Pencarian kemudian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">SRU pertama menggunakan perahu karet Basarnas untuk menyisir pesisir pantai Desa Bailo, sementara SRU kedua menggunakan kapal nelayan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Hingga pukul 16.00 Wita, seluruh area pencarian yang direncanakan telah disisir, namun korban belum berhasil ditemukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selanjutnya pada pukul 16.30 Wita, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga, pemerintah desa, dan unsur terkait melaksanakan musyawarah evaluasi operasi. Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, seluruh pihak sepakat untuk menghentikan operasi pencarian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal menyampaikan bahwa penghentian operasi dilakukan setelah pelaksanaan pencarian selama tujuh hari sesuai ketentuan yang berlaku serta berdasarkan kesepakatan bersama keluarga korban dan unsur terkait.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>"Selama tujuh hari Tim SAR Gabungan telah berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi korban. Namun hingga hari terakhir operasi, korban belum berhasil ditemukan. Sesuai hasil musyawarah bersama keluarga dan unsur terkait, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan operasi ini,"</em> ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue USS Ampana, Koramil Ampana, Polsek Ampana, Polairud, RAPI, BPBD Ampana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Adapun sarana yang digunakan selama operasi meliputi rescue car, perahu karet, speed boat pemerintah daerah, kapal nelayan, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan resmi dihentikannya operasi pencarian, seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dan status operasi dinyatakan ditutup.(hms)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img src="https://palu.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_8031746411781075623075.jpg" width="523" height="392"></p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13813</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:28:52 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dua Puluh CPNS Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Resmi Diangkat Menjadi PNS]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/dua-puluh-cpns-kantor-pencarian-dan-pertolongan-palu-resmi-diangkat-menjadi-pns</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Palu, 9 Juni 2026-Sebanyak 20 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penyerahan Surat Keputusan (SK) PNS dilaksanakan pada Selasa pagi (9/6) di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu saat pelaksanaan apel pagi. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyerahkan SK secara simbolis kepada dua orang perwakilan pegawai yang telah resmi menyandang status sebagai PNS.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kegiatan berlangsung dengan sederhana dan khidmat serta disaksikan oleh seluruh pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu yang mengikuti apel pagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang telah menerima SK PNS. Ia berharap status baru tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>"Hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi rekan-rekan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan sebagai CPNS hingga resmi diangkat menjadi PNS. Saya mengucapkan selamat dan berharap amanah yang diberikan negara ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang,"</em> ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa status sebagai PNS bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan di lingkungan Basarnas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan diterimanya SK tersebut, sebanyak 20 pegawai yang sebelumnya berstatus CPNS kini resmi menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan siap melaksanakan tugas serta pengabdian dalam mendukung penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan maupun pelayanan publik di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.(hms)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img src="https://palu.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_79324389011781074873891.jpg" width="585" height="390"></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">&nbsp;</span></p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13812</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:28:56 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Seluruh Korban Kapal Nazila 05 Ditemukan Selamat, Operasi SAR Resmi Ditutup]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/seluruh-korban-kapal-nazila-05-ditemukan-selamat-operasi-sar-resmi-ditutup</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Palu</strong> &ndash; Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal Nazila 05 yang dilaporkan tenggelam di perairan Maluku Utara berakhir dengan hasil menggembirakan. Seluruh korban yang berjumlah 21 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa (31/3/2026).</p>
<p>Sebelumnya, Kapal Nazila 05 diketahui bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Sulawesi Utara, pada Minggu (29/3) pukul 18.00 WIT. Dalam perjalanan, kapal mengalami cuaca buruk yang menyebabkan haluan kapal patah.</p>
<p>Sekitar pukul 03.30 WIT pada Senin (30/3), nahkoda kapal menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan bahwa kapal mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Selang tiga puluh menit kemudian, nahkoda kembali memberikan informasi bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh awak kapal melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengerahkan unsur SAR untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.</p>
<p>Pada hari kedua operasi, Selasa (31/3), KN SAR Bhisma bergerak menuju area pencarian sejak pukul 03.00 WITA dan melaksanakan penyisiran di titik pencarian awal. Pencarian kemudian dilanjutkan oleh RB 216 Gorontalo sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.</p>
<p>Perkembangan positif diperoleh pada pukul 06.00 WITA setelah Com Center Palu menerima informasi dari penjaga rakit di perairan Bolaang Selatan yang melaporkan keberadaan seluruh korban. Berdasarkan informasi tersebut, KN SAR Bhisma segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan verifikasi dan evakuasi.</p>
<p>Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 08.24 WITA ketika Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat. Lokasi penemuan berada sekitar 16 nautical mile dari titik lokasi kejadian. Selanjutnya, seluruh korban dievakuasi ke RB 216 Gorontalo pada pukul 10.14 WITA untuk kemudian dibawa menuju Pelabuhan Pelindo Gorontalo.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi pencarian yang berhasil menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat.</p>
<p><em>"Alhamdulillah seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara seluruh unsur SAR yang terlibat serta dukungan informasi dari masyarakat di sekitar lokasi pencarian,"</em> ujar Muh. Rizal.</p>
<p>Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR terhadap kecelakaan Kapal Nazila 05 resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>
<p>Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat terdiri dari Crew KN SAR Bhisma, Rescuer Pos SAR Luwuk, Crew RB 216 Gorontalo, serta ABK KM Nazila 04. Operasi didukung oleh sejumlah peralatan utama, antara lain KN SAR Bhisma, RB 216 Gorontalo, KM Nazila 04, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, perangkat Starlink, serta perlengkapan evakuasi SAR.</p>
<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam operasi ini, termasuk masyarakat yang memberikan informasi penting sehingga proses pencarian dapat berjalan efektif dan seluruh korban dapat ditemukan dengan selamat.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13811</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:00 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Apel Penutupan Siaga Sar Khusus Lebaran 2026, Seluruh Kegiatan Berjalan Aman]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/apel-penutupan-siaga-sar-khusus-lebaran-2026-seluruh-kegiatan-berjalan-aman</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Apel penutupan Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel sebagai bentuk evaluasi sekaligus penegasan berakhirnya masa siaga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penutupan Siaga SAR Khusus Lebaran ditandai secara simbolis dengan pelepasan pita yang sebelumnya terpasang di bahu seragam personel, sebagai tanda dimulainya periode siaga. Prosesi ini menjadi momen penting yang mencerminkan berakhirnya tugas siaga yang telah dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal dalam amanatnya menyampaikan, &ldquo;Saya mengapresiasi seluruh personel yang telah melaksanakan tugas Siaga SAR Khusus Lebaran dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan terkendali. Ini merupakan hasil kerja keras, kesiapsiagaan, serta sinergi yang baik dari seluruh unsur yang terlibat.&rdquo;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selama pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Hal ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan serta sinergi seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan berakhirnya masa siaga ini, diharapkan seluruh personel tetap menjaga kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menghadapi tugas-tugas pencarian dan pertolongan ke depan.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13810</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:04 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[27 ABK Masih Dicari, Kapal Nazila 05 Tenggelam di Perairan Taliabu]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/27-abk-masih-dicari-kapal-nazila-05-tenggelam-di-perairan-taliabu</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Tolitoli, 24 Maret 2026</strong> &ndash; Operasi SAR terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan tersesat di Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, berhasil dilaksanakan dengan hasil kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat.</p>
<p>Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari Reza, rekan korban, pada Selasa (24/3) pukul 14.16 WITA. Berdasarkan laporan tersebut, dua orang pendaki atas nama Moh. Agil (21) dan Moh. Rifal (18) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dako.</p>
<p>Kronologi kejadian bermula pada Senin (23/3) sekitar pukul 11.00 WITA saat kedua korban bersama dua rekannya melakukan pendakian menuju puncak Gunung Dako. Saat tiba di Pos 3, kedua korban memilih beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan menuju puncak.</p>
<p>Sekitar pukul 13.00 WITA, ketika kedua rekan korban kembali ke Pos 3, Moh. Agil dan Moh. Rifal sudah tidak berada di lokasi. Upaya pencarian awal yang dilakukan di sekitar area pendakian tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Tolitoli untuk mendapatkan bantuan pencarian.</p>
<p>Pada hari operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WITA untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, dan aspek keselamatan kerja sebelum memulai pencarian sesuai rencana operasi.</p>
<p>Pencarian berakhir pada pukul 13.50 WITA setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Kepala Desa Dadakitan bahwa kedua korban telah ditemukan oleh seorang petani dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Puskesmas Baolan guna mendapatkan pemeriksaan medis.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi tersebut.</p>
<p><em>"Kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah berperan aktif membantu proses pencarian hingga operasi dapat diselesaikan dengan baik,"</em> ungkapnya.</p>
<p>Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 14.20 WITA. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>
<p>Adapun unsur SAR yang terlibat terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli, Bhabinkamtibmas, BPBD Tolitoli, Mapala, pemerintah desa, dan masyarakat setempat dengan dukungan Rescue Car, peralatan navigasi, jungle rescue, komunikasi, medis, dan evakuasi.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13809</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:08 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dua Pendaki Tersesat Di Gunung Dako Ditemukan Selamat]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/dua-pendaki-tersesat-di-gunung-dako-ditemukan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Tolitoli</strong> &ndash; Operasi SAR terhadap dua pendaki yang dilaporkan tersesat di Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, resmi ditutup setelah kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, Selasa (24/3/2026).</p>
<p>Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menerima laporan dari Reza, rekan korban, pada Selasa (24/3) pukul 14.16 WITA. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa dua orang pendaki hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dako dan belum kembali ke titik pertemuan yang telah disepakati.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima, kedua korban diketahui bernama Moh. Agil (21) dan Moh. Rifal (18). Keduanya melakukan pendakian bersama dua rekannya pada Senin (23/3) sekitar pukul 11.00 WITA.</p>
<p>Saat tiba di sekitar Pos 3, kedua korban memutuskan untuk beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan menuju puncak. Namun ketika kembali ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 WITA, kedua korban sudah tidak berada di lokasi. Pencarian awal yang dilakukan oleh rekan-rekan korban di sekitar area pendakian belum membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Tolitoli untuk mendapatkan bantuan pencarian.</p>
<p>Memasuki hari operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WITA guna melakukan pengecekan personel, kesiapan peralatan, pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas. Selanjutnya tim bergerak melaksanakan pencarian sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.</p>
<p>Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 13.50 WITA setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Kepala Desa Dadakitan, Kecamatan Galang, bahwa kedua korban telah ditemukan oleh seorang petani dalam kondisi selamat. Lokasi penemuan berada sekitar 14 kilometer arah barat daya dari lokasi kejadian awal.</p>
<p>Setelah ditemukan, kedua korban segera dievakuasi menuju Puskesmas Baolan untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.</p>
<p><em>"Alhamdulillah kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sehingga operasi dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil,"</em> ujar Muh. Rizal.</p>
<p>Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, pada pukul 14.20 WITA Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.</p>
<p>Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli, Bhabinkamtibmas, BPBD Tolitoli, Mapala, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim didukung berbagai peralatan antara lain Rescue Car, peralatan navigasi, peralatan jungle rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.</p>
<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian agar selalu memperhatikan kondisi fisik, mempersiapkan perlengkapan yang memadai, serta melaporkan rencana perjalanan kepada keluarga maupun pengelola setempat guna memudahkan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13808</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:12 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dua Pendaki Dilaporkan Tersesat di Gunung Dako, Tim SAR Dikerahkan]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/dua-pendaki-dilaporkan-tersesat-di-gunung-dako-tim-sar-dikerahkan</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Tolitoli</strong> &ndash; Dua orang pendaki dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Unit Siaga SAR Tolitoli segera mengerahkan tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian.</p>
<p>Informasi kejadian diterima dari rekan korban bernama Reza pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.16 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima, kedua korban diketahui bernama Moh. Agil (21) dan Moh. Rifal (18).</p>
<p>Kronologi kejadian bermula saat kedua korban melakukan pendakian Gunung Dako bersama dua rekannya. Saat tiba di Pos 3, Moh. Agil dan Moh. Rifal memutuskan untuk beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan menuju puncak.</p>
<p>Setelah menyelesaikan pendakian dan kembali ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 WITA, kedua rekan korban tidak lagi menemukan Moh. Agil dan Moh. Rifal di lokasi. Upaya pencarian awal kemudian dilakukan di sekitar area pendakian, namun keberadaan kedua korban belum berhasil ditemukan.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 14.34 WITA menggunakan kendaraan rescue. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan unsur-unsur yang terlibat dan menyusun rencana pencarian.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal mengatakan bahwa seluruh unsur yang terlibat terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan memperhatikan keselamatan personel di lapangan.</p>
<p><em>"Tim SAR Gabungan telah bergerak menuju lokasi dan melaksanakan pencarian berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,"</em> ujarnya.</p>
<p>Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolitoli, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim didukung peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi guna menunjang efektivitas operasi di medan pegunungan.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian terhadap kedua pendaki masih berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah diperoleh informasi terbaru dari lapangan.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13807</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:17 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Basarnas Palu Fokus Pemantauan Wisata Pasca Lebaran, Situasi Aman Terkendali]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/basarnas-palu-fokus-pemantauan-wisata-pasca-lebaran-situasi-aman-terkendali</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Palu-Memasuki periode pasca Lebaran, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan memfokuskan pemantauan di sejumlah lokasi wisata yang menjadi tujuan masyarakat. Selasa (24/3)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Pada periode pasca Lebaran, sejumlah tempat wisata terpantau mengalami peningkatan kunjungan. Meski demikian, kondisi secara umum dilaporkan aman dan terkendali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Pemantauan dilakukan tidak hanya di Kota Palu, tetapi juga di berbagai kabupaten yang menjadi wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. Personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tengah menikmati libur Lebaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu bersama Kepala Subseksi Operasi dan siaga SAR dan instansi terkait juga turun langsung melakukan pemantauan di kawasan wisata Pantai Tanjung Karang maupun di Taipa Beach.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal menyampaikan bahwa seluruh personel tetap siaga selama periode libur Lebaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">&ldquo;Pada periode pasca Lebaran ini, aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi wisata memang mengalami peningkatan. Namun, secara umum situasi masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kami terus melakukan pemantauan dan siap merespons dengan cepat apabila terjadi kondisi darurat,&rdquo; ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Sementara itu, Kepala Subseksi Operasi SAR menambahkan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel dan peralatan di titik-titik rawan guna mengantisipasi potensi kecelakaan maupun kondisi darurat lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Basarnas Palu juga mengimbau kepada seluruh pengunjung tempat wisata untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan, mematuhi aturan yang berlaku, serta selalu waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;">Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu akan terus melakukan pemantauan dan siap memberikan respon cepat apabila terjadi kondisi kedaruratan.(hms)</span></p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13806</guid>
                <pubDate>Fri, 12 Jun 2026 18:51:05 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian Nelayan Hilang di Morowali]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-tutup-operasi-pencarian-nelayan-hilang-di-morowali</link>
                <description><![CDATA[<p>Palu, 21 Maret 2026 &ndash; Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari perahu (Man Overboard/MOB) di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, resmi dihentikan.</p>
<p>Korban diketahui bernama Rajudin (50), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut pada Minggu, 15 Maret 2026. Informasi kejadian pertama kali diterima oleh Tim SAR dari pihak keluarga pada pukul 10.56 WITA di hari yang sama.</p>
<p>Berdasarkan kronologi, korban berangkat melaut menggunakan perahu katinting sekitar pukul 03.30 WITA untuk memancing di perairan Desa Lanona. Sekitar satu jam kemudian, korban berpisah dengan rekannya untuk menuju lokasi rompon masing-masing. Namun hingga pukul 08.00 WITA, korban tidak kembali, dan saat dilakukan pencarian oleh rekannya, hanya ditemukan perahu milik korban dalam kondisi terikat di rompon tanpa awak.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Morowali, BPBD Morowali, Babinsa, PT IHIP, pemerintah desa, serta masyarakat setempat langsung melaksanakan operasi pencarian. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor menggunakan perahu karet dan speed boat, dengan cakupan hingga radius 50 nautical mile dari lokasi kejadian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun hingga hari ketujuh pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>
<p>Pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 15.45 WITA, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat melaksanakan musyawarah. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, operasi SAR resmi dihentikan dan ditutup.</p>
<p>Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi.</p>
<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga korban serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian.</p>
<p><strong>Morowali, 21 Maret 2026</strong> &ndash; Operasi SAR terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari perahu saat memancing di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, resmi ditutup setelah berlangsung selama tujuh hari.</p>
<p>Korban diketahui bernama Rajudin (50), yang dilaporkan hilang saat melaut pada Minggu, 15 Maret 2026. Informasi kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari pihak keluarga pada pukul 10.56 WITA di hari yang sama.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban berangkat melaut menggunakan perahu katinting sekitar pukul 03.30 WITA untuk memancing di perairan Desa Lanona. Sekitar satu jam kemudian, korban berpisah dengan rekannya untuk menuju lokasi rompon masing-masing. Namun hingga pukul 08.00 WITA, korban tidak kembali ke titik yang telah ditentukan.</p>
<p>Rekan korban kemudian melakukan pencarian dan menemukan perahu milik korban dalam kondisi terikat di rompon tanpa awak. Mengetahui kondisi tersebut, pihak keluarga selanjutnya melaporkan kejadian kepada Tim SAR untuk mendapatkan bantuan pencarian.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Morowali, BPBD Kabupaten Morowali, Babinsa, PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), pemerintah desa, serta masyarakat setempat segera melaksanakan operasi pencarian.</p>
<p>Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian dengan mengerahkan berbagai sarana dan peralatan SAR. Area pencarian terus diperluas hingga mencapai radius sekitar 50 nautical mile dari lokasi kejadian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta hasil evaluasi harian operasi.</p>
<p>Namun hingga hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR, tanda-tanda keberadaan korban belum berhasil ditemukan.</p>
<p>Pada Sabtu (21/3) pukul 15.45 WITA, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat melaksanakan musyawarah untuk mengevaluasi hasil operasi pencarian yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, operasi SAR terhadap korban dinyatakan dihentikan dan resmi ditutup.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam upaya pencarian selama tujuh hari terakhir.</p>
<p><em>"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah daerah, pihak perusahaan, masyarakat, dan keluarga yang telah bekerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian. Meskipun korban belum berhasil ditemukan, seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur dan rencana operasi yang telah ditetapkan,"</em> ujarnya.</p>
<p>Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawabnya.</p>
<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu turut menyampaikan rasa duka dan keprihatinan kepada keluarga korban serta berharap keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13805</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:22 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tiga Hari Pencarian, Warga Desa Dewua Berhasil Ditemukan Selamat]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/tiga-hari-pencarian-warga-desa-dewua-berhasil-ditemukan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Poso, 21 Maret 2026</strong> &ndash; Operasi SAR terhadap seorang pencari getah damar yang dilaporkan belum kembali dari Hutan Hae, Desa Dewua, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berhasil membuahkan hasil. Korban atas nama Marton Paroda (49) ditemukan dalam kondisi selamat setelah tiga hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.</p>
<p>Korban sebelumnya dilaporkan belum kembali dari kawasan Hutan Hae saat melakukan aktivitas pencarian getah damar. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Parigi mengerahkan tim untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.</p>
<p>Memasuki hari ketiga pelaksanaan operasi SAR, Sabtu (21/3), Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA. Briefing dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.</p>
<p>Setelah melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi, pada pukul 16.22 WITA Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat pada jarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi perkiraan kejadian (LKP).</p>
<p>Korban selanjutnya dievakuasi menuju Desa Dewua, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Pada pukul 17.25 WITA, tim bersama korban tiba di desa dan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian sehingga korban dapat ditemukan dengan selamat.</p>
<p><em>"Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, aparat desa, serta masyarakat yang telah bekerja sama dan membantu selama pelaksanaan operasi pencarian,"</em> ujarnya.</p>
<p>Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing untuk melanjutkan tugas dan fungsi masing-masing.</p>
<p>Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Parigi, Tim Rescue Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pemerintah Desa, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.</p>
<p>Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari proses pencarian hingga evakuasi korban, sehingga korban dapat kembali berkumpul bersama keluarganya dalam keadaan selamat.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13804</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:26 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Operasi SAR Hari Kedua, Tim Gabungan Perluas Pencarian Warga Hilang di Hutan Hae]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-hari-kedua-tim-gabungan-perluas-pencarian-warga-hilang-di-hutan-hae</link>
                <description><![CDATA[<h2>Operasi SAR Hari Kedua, Tim Gabungan Perluas Pencarian Warga Hilang di Hutan Hae</h2>
<p><strong>Poso, 20 Maret 2026</strong> &ndash; Tim SAR Gabungan terus melanjutkan operasi pencarian terhadap Marton Paroda (49), warga Desa Dewua, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, yang dilaporkan belum kembali setelah mencari getah damar di kawasan Hutan Hae.</p>
<p>Memasuki hari kedua operasi SAR, Jumat (20/3), Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WITA. Briefing dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.</p>
<p>Selanjutnya pada pukul 07.30 WITA, operasi pencarian dilaksanakan dengan membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tim melakukan pencarian pada dua sektor yang telah ditentukan menggunakan metode <strong>Expanded Search and Rescue (ESAR)</strong> dengan radius pencarian sejauh 1,5 kilometer ke arah utara dari lokasi perkiraan kejadian (LKP).</p>
<p>Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di area hutan yang memiliki medan cukup menantang, dengan fokus pada jalur-jalur yang diduga dilalui korban saat melakukan aktivitas pencarian getah damar. Tim juga terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat yang memahami kondisi dan karakteristik wilayah pencarian.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Koordinator Pos SAR Parigi menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban dengan memperluas area pencarian secara bertahap.</p>
<p><em>"Pencarian dilakukan sesuai rencana operasi yang telah disusun dengan mempertimbangkan informasi dari keluarga, masyarakat, serta kondisi medan di lokasi kejadian. Seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal agar korban dapat segera ditemukan,"</em> ujarnya.</p>
<p>Hingga pelaksanaan debriefing pada pukul 18.00 WITA, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan evaluasi hasil pencarian dan menyusun rencana operasi untuk hari berikutnya.</p>
<p>Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (21/3) pukul 07.00 WITA dengan memperluas area pencarian sesuai hasil evaluasi di lapangan.</p>
<p>Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Parigi, Tim Rescue Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.</p>
<p>Adapun data korban yang masih dalam pencarian sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Nama:</strong> Marton Paroda</p>
</li>
<li>
<p><strong>Usia:</strong> 49 Tahun</p>
</li>
<li>
<p><strong>Jenis Kelamin:</strong> Laki-laki</p>
</li>
<li>
<p><strong>Status:</strong> Dalam Pencarian</p>
</li>
</ul>
<p>Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi dengan unsur-unsur yang terlibat di lapangan.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13803</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:31 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Penyisiran Hari Kelima di Perairan Lanona]]></title>
                <link>https://palu.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-masih-lakukan-penyisiran-hari-kelima-di-perairan-lanona</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Morowali, 19 Maret 2026</strong> &ndash; Tim SAR Gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari perahu saat memancing di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Memasuki hari kelima operasi SAR, Kamis (19/3), pencarian kembali dilakukan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang terlibat.</p>
<p>Sebelum pelaksanaan operasi, pada pukul 07.00 WITA Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing untuk mengevaluasi kesiapan personel, alat utama, serta menyusun strategi pencarian yang akan dilaksanakan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan penekanan mengenai keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas yang wajib diterapkan selama operasi berlangsung.</p>
<p>Pada pukul 07.30 WITA, operasi pencarian dilanjutkan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 yang terdiri dari personel Basarnas dan BPBD Morowali melaksanakan penyisiran menggunakan perahu karet di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban berdasarkan kondisi arus dan cuaca.</p>
<p>Sementara itu, SRU 2 yang melibatkan nelayan serta pihak keluarga korban melakukan pencarian menggunakan perahu nelayan dengan menyisir wilayah perairan di sekitar lokasi kejadian untuk memperluas cakupan pencarian.</p>
<p>Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Rajudin (50), seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari perahu saat memancing di perairan Desa Lanona. Hingga hari kelima operasi SAR, korban belum berhasil ditemukan.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Koordinator Pos SAR Morowali menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya secara maksimal untuk menemukan korban dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.</p>
<p><em>"Pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan melibatkan seluruh unsur yang ada di lapangan. Evaluasi dilaksanakan setiap hari untuk menentukan langkah pencarian berikutnya dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,"</em> ujarnya.</p>
<p>Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Morowali, BPBD Kabupaten Morowali, Babinsa, PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Morowali, pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.</p>
<p>Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area-area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Perkembangan lebih lanjut terkait operasi SAR akan disampaikan secara berkala sesuai hasil pelaksanaan pencarian di lapangan.(hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin palu <admin.palu@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://palu.basarnas.go.id/13802</guid>
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 00:29:35 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
