Kapal Nelayan Mengalami Trouble Di Perairan Tolitoli, Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi Selamat

Tolitoli, 19 Mei 2025 – Sebuah kapal nelayan dengan nomor lambung 2016-572 dilaporkan mengalami trouble di perairan Tolitoli pada Sabtu, 17 Mei 2025 pukul 19.00 WITA. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ogotua, Kabupaten Donggala, dengan tujuan Pagimana, Kabupaten Banggai Luwuk, dan mengangkut 5 orang POB (Person On Board).

Kontak terakhir dengan kapal dilakukan oleh pemilik kapal pada Minggu, 18 Mei 2025 pukul 06.00 WITA, saat nahkoda melaporkan bahwa kapal mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran. Selain itu, komunikasi dengan kapal terputus dan nahkoda meminta bantuan kepada tim SAR.

Identitas korban yang telah terkonfirmasi adalah:

Peneianto Gani,Ebi Sincan (Tiga nama lainnya masih dalam proses pendataan)

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Senin, 19 Mei 2025, tim rescue dari Unit Siaga SAR Tolitoli diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car. Jarak tempuh dari Tolitoli menuju lokasi kejadian tercatat sejauh 31,8 kilometer.

Sekitar pukul 10.50 WITA, tim rescue tiba di Desa Labuan Lobo, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli dan segera melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat serta melaksanakan assesment di sekitar area kejadian.

Setelah melakukan pencarian, pada pukul 15.05 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan kelima korban dalam keadaan selamat pada jarak sekitar 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kejadian. Seluruh korban kemudian berhasil dievakuasi ke Desa Labuan Lobo dengan selamat.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

“Alhamdulillah, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini. Semoga sinergi dan kesiapsiagaan seperti ini terus terjaga demi keselamatan masyarakat.” Ujar Muh. Rizal, S.H. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain:Unit Siaga SAR Tolitoli, SROP Tolitoli, Pemilik Kapal dan Pemerintah Desa Labuan Lobo.(fat)