Lima Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Warga Pisou Meninggal Dunia

Banggai Luwuk, Minggu (4/1/2026)-Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, resmi dihentikan setelah korban berhasil ditemukan.

Memasuki hari kelima operasi SAR, pada Minggu pagi pukul 07.30 Wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing yang membahas kekuatan personel, kesiapan alat utama (alut), pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) BASARNAS. Setelah briefing, tim langsung melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditentukan dengan metode ESAR Preliminary Mode Type 2 dengan radius pencarian sejauh 6,5 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP), disertai evaluasi berkala berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan.

Pada pukul 13.40 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Sail (90) dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan pada koordinat 0°50'51.90"S 122°38'53.23"E dengan jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian perkara. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut sekaligus apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam operasi pencarian.

“Kami turut berduka cita atas ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama lima hari pelaksanaan operasi pencarian. Meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala di lapangan, seluruh personel tetap menunjukkan dedikasi, semangat, dan kerja sama yang sangat baik hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Muh. Rizal.

Ia juga menambahkan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.

“Operasi SAR ini dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel. Medan yang cukup berat, vegetasi rapat, banyaknya jalur setapak, hingga adanya ancaman binatang buas menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Alhamdulillah seluruh proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya.

Dengan ditemukannya korban, pada pukul 14.15 Wita operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing disertai ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi.

Dalam operasi SAR ini, tim menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi vegetasi hutan yang rapat, korban yang memiliki riwayat pikun, banyaknya jalan setapak di sekitar lokasi kejadian, serta adanya ancaman binatang buas seperti ular di area pencarian.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polsek Pagimana, Koramil Pagimana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat, dengan dukungan peralatan berupa Rescue Car, peralatan navigasi, peralatan SAR jungle, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja sama dalam pelaksanaan operasi SAR tersebut.(hms)