Operasi SAR Banjir di Desa Wani, Donggala, Resmi Ditutup

Donggala-Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu melaksanakan Operasi SAR bencana banjir yang melanda Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/1/2026).

Informasi kejadian diterima dari Bapak Rakhmat (Ditpolair) pada pukul 14.08 wita. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sejak sekitar pukul 11.00 wita yang menyebabkan kenaikan debit air dan merendam permukiman warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue KPP Palu bersama unsur potensi SAR segera bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 25 kilometer dari KPP Palu.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, dilanjutkan dengan briefing kesiapan personel dan peralatan, pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) BASARNAS. Tim kemudian melaksanakan asesmen di lokasi serta melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan begitu laporan diterima.

“Setelah menerima laporan adanya banjir di Desa Wani, kami segera mengerahkan Tim Rescue KPP Palu untuk melakukan asesmen dan membantu evakuasi warga terdampak. Alhamdulillah, kondisi banjir telah berangsur surut dan situasi di lokasi saat ini aman serta kondusif, sehingga operasi SAR dinyatakan selesai. Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR, pemerintah setempat, dan masyarakat atas kerja sama yang baik dalam penanganan bencana ini,” ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen, banjir berdampak pada 16 kepala keluarga, satu unit Posyandu, tiga unit rumah hanyut, serta menyebabkan dua jembatan terputus. Seiring berjalannya waktu, debit air berangsur surut dan kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah.

Dengan mempertimbangkan situasi yang sudah aman, pada pukul 19.00 wita Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.(hms)