Basarnas Latih 113 Peserta FKM Universitas Tompotika Luwuk tentang MFR dan Pemindahan Korban

Luwuk, 29 Agustus 2026-Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Luwuk memberikan pembinaan potensi SAR kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk melalui kegiatan pemberian materi Medical First Responder (MFR), khususnya teknik pemindahan korban.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2026) tersebut berlangsung di Sandakan, Desa Biak, mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WITA. Kegiatan diikuti sebanyak 113 peserta dengan didampingi empat orang narasumber.

Pembinaan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada peserta dalam melakukan pertolongan awal serta pemindahan korban secara aman dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik dan simulasi. Peserta diperkenalkan dengan teknik pemindahan korban serta penggunaan sejumlah peralatan pendukung, seperti tandu lipat, helm, tas medis, dan kendaraan operasional D-Max Double Cabin.

Koordinator kegiatan, Liberatus Fangohoi, mengatakan pembinaan potensi SAR penting dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkan teknik pemindahan korban dengan benar dan aman. Pengetahuan dasar seperti ini diharapkan dapat bermanfaat ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar,” ujar Liberatus.

Menurutnya, keterlibatan lingkungan pendidikan dalam kegiatan pembinaan potensi SAR menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan sejak dini. Peserta juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kemampuan dan prosedur keselamatan yang telah diberikan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan pemberian materi, praktik, dan simulasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan dengan mempraktikkan langsung teknik yang diberikan oleh narasumber.

Melalui kegiatan ini, Basarnas terus mendorong peningkatan kapasitas potensi SAR di wilayah kerja, sekaligus memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi kondisi kedaruratan.(hms)