Kepala Urusan Umum Kantor SAR Palu Hadiri Sekolah Lapang Gempabumi 2026 di Sigi
Sigi, 1 September 2026-Kepala Urusan Umum Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Ruslan, S.Sos., M.M., menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman gempabumi serta potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik dan parameter gempabumi, dampak yang ditimbulkan, serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat guncangan. Peserta juga memperoleh informasi mengenai potensi sesar aktif dan aktivitas seismik di wilayah Sigi dan sekitarnya.
Selain itu, kegiatan turut membahas lesson learned dari kejadian Palu-Donggala-Sigi tahun 2018, khususnya terkait gempabumi dan bahaya sekundernya. Pengalaman dari kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan sistem monitoring dan informasi BMKG. Informasi yang akurat dan dapat dipahami menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapsiagaan serta pengambilan keputusan ketika terjadi gempabumi.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan pemahaman bersama.
“Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman kita terhadap karakteristik gempabumi, potensi sesar aktif, serta bahaya yang dapat ditimbulkan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dan komunikasi antarinstansi, sehingga kita dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Ruslan, S.Sos., M.M.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana serta memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat.(hms)
