Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui USS Ampana terus melaksanakan operasi pencarian terhadap Fiki (20), seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di Perairan Desa Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una.

Ampana, 4 Juni 2026-Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Unit Siaga SAR (USS) Ampana melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di Perairan Desa Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Informasi kejadian diterima dari pihak keluarga korban, Wahyu, pada Rabu (3/6) pukul 12.05 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima, korban bernama Fiki (20 tahun) berangkat memancing pada Senin (1/6) sekitar pukul 16.00 WITA di perairan Desa Bailo. Korban diketahui memiliki kebiasaan kembali ke daratan pada keesokan harinya. Namun hingga Rabu (3/6), korban belum kembali sehingga pihak keluarga bersama masyarakat setempat melakukan upaya pencarian secara mandiri dengan hasil nihil.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Ampana bergerak menuju lokasi dan tiba di Desa Bailo pada pukul 13.30 WITA. Tim kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, dilanjutkan dengan briefing kesiapan personel, peralatan, serta pembagian tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.

Pada hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian menggunakan speed boat milik pemerintah daerah dengan radius pencarian tiga mil laut dari lokasi kejadian. Hingga pelaksanaan debriefing pada pukul 18.00 WITA, korban belum ditemukan dan operasi SAR dilanjutkan pada hari kedua.

Memasuki hari kedua, Kamis (4/6), Tim Rescue USS Ampana bersama unsur SAR gabungan kembali melaksanakan briefing dan melanjutkan pencarian mulai pukul 07.30 WITA menggunakan speed boat pemerintah daerah dan kapal nelayan. Area pencarian diperluas sesuai perencanaan operasi SAR dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, dan kemungkinan pergerakan korban di perairan sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., mengatakan bahwa seluruh unsur SAR yang terlibat terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel di lapangan.

"Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dan terus berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dalam pelaksanaan pencarian. Area pencarian telah diperluas berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan data pergerakan arus. Kami berharap korban dapat segera ditemukan, serta memohon dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan membuahkan hasil," ujar Muh. Rizal.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue USS Ampana, Polsek Ampana, Polairud, RAPI, BPBD Ampana, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi meliputi rescue car, perahu karet, peralatan navigasi, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut, menggunakan alat keselamatan, serta menyampaikan rencana pelayaran kepada keluarga atau pihak terkait guna memudahkan proses pencarian apabila terjadi kondisi darurat.(hmsfm)