Pencarian Nelayan yang Belum Kembali dari Melaut di Perairan Bailo Memasuki Hari Keempat
Tojo Una-Una, 6 Juni 2026-Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Bailo, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terus dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan.
Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima oleh Unit Siaga SAR (USS) Ampana pada Rabu (3/6) pukul 12.05 WITA dari pihak keluarga korban, Wahyu. Berdasarkan laporan yang diterima, korban diketahui berangkat memancing pada Senin (1/6) sekitar pukul 16.00 WITA di perairan Bailo. Korban yang diketahui memiliki kebiasaan kembali keesokan harinya hingga Rabu (3/6) belum juga kembali. Pihak keluarga bersama rekan-rekan korban telah melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil sehingga bantuan SAR kemudian diminta.
Lokasi pencarian berada di perairan Desa Bailo pada koordinat 0°52'29.52"S - 121°19'27.59"E, sekitar 14 nautical mile arah barat dari USS Ampana.
Pada Sabtu (6/6) pukul 07.00 WITA, Tim Rescue USS Ampana bersama unsur potensi SAR melaksanakan briefing untuk mengevaluasi kondisi operasi, memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung, serta membagi tugas pencarian dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja sesuai prosedur yang berlaku.
Selanjutnya pada pukul 07.30 WITA, Tim SAR Gabungan memulai pencarian dengan membagi area operasi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan menggunakan speed boat milik Pemerintah Daerah dan kapal nelayan dengan pola penyisiran yang telah disusun berdasarkan analisis pergerakan dan kemungkinan keberadaan korban di lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan bahwa pencarian terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur SAR di wilayah Tojo Una-Una.
“Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran pada area yang telah ditentukan berdasarkan hasil analisis dan data yang tersedia. Seluruh unsur di lapangan bekerja sama untuk memperluas cakupan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” ujar Rizal.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue USS Ampana, Polsek Ampana, Koramil Ampana, Polairud, RAPI, BPBD Ampana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Fiki (20 tahun).
Hingga pelaksanaan operasi pada hari ini, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil operasi di lapangan.(hmsfm)