Pos SAR Luwuk Berikan Materi Water Rescue kepada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNTIKA Luwuk

Luwuk, 14 Juli 2026-Pos SAR Luwuk melaksanakan kegiatan pemberian materi dan praktik dasar pencarian dan pertolongan kepada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (14/7) pukul 15.00 hingga 17.45 WITA di Area Pelabuhan Tilong Luwuk, dengan memanfaatkan KN SAR Bhisma 239 sebagai sarana pembelajaran lapangan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan dari Universitas Tompotika Luwuk mengenai pemberian materi kepada mahasiswa, serta perintah dukungan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan pengetahuan dasar serta praktik penanganan keadaan darurat, khususnya pada operasi pencarian dan pertolongan di perairan.

Materi yang diberikan meliputi Water Rescue (RTRGT), Medical First Responder (MFR) tentang pemindahan korban, serta praktik langsung teknik RTRGT dan pemindahan korban.

Kegiatan dipimpin oleh Komandan Pos SAR Luwuk dan diikuti oleh 7 personel Pos SAR Luwuk dan kru KN SAR Bhisma 239, 1 orang dosen pembimbing, serta 24 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk.

Liberatus Fangohoi, Komandan Pos SAR Luwuk menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Basarnas untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi kondisi darurat.

"Kami berharap melalui kegiatan ini para mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar pertolongan di air dan pemindahan korban yang dapat diterapkan secara tepat dan aman apabila menghadapi situasi kedaruratan. Sinergi dengan dunia pendidikan menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat," ujar Komandan Pos SAR Luwuk.

Untuk mendukung pelaksanaan praktik lapangan, digunakan berbagai peralatan operasional, antara lain mobil Double Cabin, RIB KN SAR Bhisma, tandu lipat, alat pelindung diri (APD), serta peralatan pendukung lainnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar pertolongan di air dan penanganan korban, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan serta keselamatan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya di wilayah perairan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dalam memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui edukasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan.