Satu Orang Belum Kembali dari Kebun di Desa Balukang 2, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menerima laporan kondisi membahayakan manusia terhadap seorang warga yang belum kembali dari kebun di Perkebunan Desa Balukang 2, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.
Laporan diterima dari Rusdin, anak korban, pada Jumat (22/5) pukul 19.30 WITA. Korban diketahui bernama Tihan Junaedi (80), warga Desa Balukang 2.
Berdasarkan informasi yang diterima, pada Jumat (22/5) sekitar pukul 07.00 WITA, korban bersama anaknya berangkat menuju kebun. Sekitar pukul 11.30 WITA, anak korban meninggalkan lokasi untuk melaksanakan Salat Jumat di masjid terdekat, sementara korban tetap berada di pondok kebun. Namun saat kembali sekitar pukul 13.00 WITA, korban sudah tidak berada di lokasi dan tidak diketahui keberadaannya.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar area kebun dan jalur yang biasa dilalui korban, namun hingga malam hari korban belum ditemukan. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan kepada Basarnas.
Lokasi kejadian berada di Perkebunan Desa Balukang 2 pada koordinat 0°32'32.7"N - 120°05'09.1"E, berjarak sekitar 213 kilometer dari Unit Siaga SAR Toli-Toli.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Toli-Toli diberangkatkan menuju lokasi dan pada Sabtu (23/5) pukul 02.10 WITA tiba di Polsek Sojol untuk melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga, aparat setempat, dan unsur terkait guna menyusun rencana operasi pencarian.
Pada pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing yang mencakup kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.
Pencarian kemudian dimulai pada pukul 07.30 WITA dengan membagi area operasi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Metode pencarian yang digunakan meliputi penyisiran darat dan penerapan teknik ESAR (Expanded Search and Rescue).
SRU I melakukan penyisiran di sekitar Last Known Position (LKP) dengan pola pencarian rapat berjarak lima meter antar personel serta melakukan trabasan pada area dengan vegetasi lebat.
SRU II menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian dengan memeriksa sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
SRU III melakukan pencarian melalui jalur setapak menuju pondok-pondok kebun yang kemungkinan digunakan korban untuk beristirahat atau berteduh.
Sementara itu, SRU IV melakukan penyisiran ke arah pemukiman warga serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat guna memperluas jangkauan pencarian.
Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan penyisiran dan pendalaman informasi di lokasi-lokasi yang dicurigai.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Tim Rescue USS Toli-Toli, Polsek Sojol, Babinsa, pihak keluarga, dan masyarakat setempat.
Peralatan yang digunakan meliputi Rescue Car, peralatan navigasi, peralatan SAR jungle, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.
Kendala yang dihadapi di lapangan adalah terbatasnya jaringan komunikasi seluler di beberapa titik area pencarian akibat kondisi vegetasi yang cukup rapat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan pencarian secara maksimal.
"Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan menyisir seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dan proses pencarian dapat berjalan dengan aman serta lancar," ujar Muh. Rizal.
Perkembangan pelaksanaan operasi SAR akan terus diinformasikan kepada masyarakat.(hmsfm)