Tim SAR Gabungan Laksanakan Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Salumbone Donggala

Donggala, 25 Juni 2026-Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam dan hanyut di perairan Pantai Salumbone, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada Kamis (25/6) pukul 12.28 WITA dari Kepala Desa Labuan, Didi. Berdasarkan informasi yang diterima, korban diketahui bernama Nasrin (30 tahun).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA saat korban bersama istri dan mertuanya menyeberang menggunakan perahu dari Desa Labuan menuju Kabupaten Donggala. Ketika perahu berada sekitar 30 meter dari Pantai Salumbone, korban terhempas dari atas perahu saat berpindah posisi. Korban kemudian jatuh ke laut, tenggelam, dan terbawa arus.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak keluarga bersama masyarakat setempat segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban belum berhasil ditemukan. Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Menindaklanjuti laporan yang diterima, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 12.45 WITA dengan menggunakan kendaraan operasional dan perahu karet. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melaksanakan operasi pencarian.

Lokasi kejadian berada di Pantai Salumbone, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, pada koordinat 0°39'49.07" LS - 119°49'0.77" BT, atau sekitar 27 kilometer arah utara dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet. Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan memanfaatkan Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air serta melaksanakan penyelaman pada titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh ke laut.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Rusmadi, S.E., M.M., mengatakan bahwa tim rescue langsung digerakkan sesaat setelah informasinya diterima.

"Setelah menerima laporan, tim rescue langsung kami berangkatkan menuju lokasi kejadian. Saat ini pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan dan masyarakat setempat dengan mengoptimalkan berbagai metode pencarian yang tersedia. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi pihak keluarga," ujar Rusmadi.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polairud, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Adapun peralatan yang digunakan meliputi kendaraan operasional, perahu karet, peralatan navigasi, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, peralatan evakuasi, serta Aqua Eye.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin berkisar 4 hingga 24 knot, tinggi gelombang 0,5 hingga 1 meter, dan arah angin bertiup dari utara.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk menggunakan alat keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut.(hms)