Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Hilang di Perkebunan Desa Pisou
Palu, Jumat, 2 Januari 2026-Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga lanjut usia atas nama Sail (90) yang diduga hilang di area perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Operasi pencarian pada Jumat (2/1) telah memasuki hari ketiga sejak pertama kali dilakukan.
Hingga hari ketiga pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam operasi SAR.
Koordinator Lapangan, Liberatus Fongohoi, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan. Salah satu kendala utama adalah banyaknya jalan setapak di sekitar lokasi kejadian yang menyulitkan tim dalam menentukan arah pergerakan korban. Kondisi tersebut diperparah dengan fakta bahwa korban diketahui mengalami pikun, sehingga jalur yang kemungkinan dilalui korban tidak dapat dipastikan.
Selain itu, area pencarian didominasi vegetasi yang cukup rapat sehingga membatasi jarak pandang personel saat melakukan observasi dan penyisiran. Kondisi medan tersebut mengharuskan tim bergerak secara perlahan dan ekstra hati-hati selama operasi berlangsung.
Kendala lainnya yakni adanya potensi ancaman hewan buas di sekitar lokasi pencarian. Warga setempat sebelumnya menemukan seekor ular dengan jarak sekitar lima meter dari area pencarian. Situasi tersebut membuat seluruh unsur SAR meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan personel selama operasi berlangsung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan terus melaksanakan pencarian secara maksimal.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melaksanakan pencarian secara maksimal terhadap korban dengan tetap memperhatikan keselamatan personel di lapangan. Berbagai kendala memang dihadapi, mulai dari banyaknya jalur setapak, kondisi vegetasi yang rapat, hingga potensi ancaman hewan buas di sekitar area pencarian. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat tim untuk terus melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antarunsur terus diperkuat agar operasi SAR berjalan efektif.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat sekitar apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melaporkan kepada tim SAR gabungan yang berada di lokasi,” tutupnya.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Adapun peralatan yang digunakan antara lain Rescue Car, peralatan navigasi, peralatan SAR jungle, alat komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.(hms)