146 Siswa dan Guru Pendamping Kunjungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Belajar Mitigasi Bencana
Palu, 10 September 2026-Sebanyak 146 siswa bersama guru pendamping Paud Kemala Bhayangkari 16 Kota Palu melakukan kunjungan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tanggap bencana alam dan mitigasi bencana, sekaligus mengenalkan kepada siswa tentang tugas dan peran Basarnas dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Selama kunjungan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif. Peserta dibagi menjadi dua kelompok dan mengikuti rangkaian kegiatan secara bergantian.
Kelompok pertama mengikuti kegiatan di ruang aula. Para siswa diperkenalkan dengan Basarnas, tugas dan fungsinya, serta berbagai peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan. Pengenalan tersebut dipandu oleh anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Para peserta juga menyaksikan video profil Basarnas melalui layar monitor. Video tersebut memberikan gambaran mengenai Basarnas, mulai dari pengenalan hingga tugas pokok dan fungsi dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi tentang gempa bumi. Setelah itu, para siswa mengikuti simulasi sederhana mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika terjadi gempa.
Simulasi dimulai dengan situasi saat gempa terjadi hingga terdengar bunyi sirene. Para siswa kemudian belajar melindungi kepala menggunakan tas, keluar menuju area yang aman, serta mempraktikkan cara berlindung di bawah meja dan kursi ketika berada di dalam ruangan.
Kepala Sumber Daya Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Afrizal Soelaiman, mengatakan bahwa pengenalan mitigasi bencana kepada anak-anak penting dilakukan sejak dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan pengetahuan dasar kepada siswa tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Anak-anak tidak hanya mengenal Basarnas, tetapi juga belajar bagaimana melindungi diri dan mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat,” ujar Afrizal.
Sementara itu, kelompok kedua mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai peralatan SAR yang berada di gudang peralatan. Para siswa diberikan penjelasan mengenai fungsi serta penggunaan peralatan yang digunakan dalam mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik berdayung menggunakan perahu karet. Dalam kegiatan tersebut, siswa mengenakan alat pelindung diri berupa helm dan life jacket. Praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta sekaligus mengenalkan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan saat melakukan aktivitas di lingkungan perairan.
Pada sesi terakhir, para siswa secara bergantian diajak berkeliling menggunakan mobil ATV yang menjadi salah satu kendaraan pendukung kegiatan SAR.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat antusiasme dari para siswa. Melalui kunjungan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai Basarnas dan peralatan SAR, tetapi juga memperoleh pembelajaran dasar mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Pengenalan mitigasi bencana sejak usia sekolah diharapkan dapat membangun pemahaman dan kesiapsiagaan siswa, sehingga mereka mengetahui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi diri ketika menghadapi bencana, khususnya gempa bumi.(hms)
