Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Mencari Ikan, Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Perahu
Banggai Luwuk, 4 September 2026-Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Tim Rescue Pos SAR Luwuk merespons laporan seorang nelayan yang hilang saat mencari ikan di perairan Desa Manyula, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai Luwuk, Sulawesi Tengah.
Nelayan tersebut diketahui bernama Mursid Latenge (65). Berdasarkan laporan yang diterima dari aparat Desa Manyula, Taufik Bayan, korban berangkat menjaring ikan menggunakan pukat pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 17.00 WITA.
Korban seharusnya kembali sekitar pukul 22.00 WITA. Namun hingga waktu yang ditentukan, korban belum kembali. Pihak desa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dan meminta bantuan SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Jumat, 4 September 2026 pukul 06.55 WITA, Tim Rescue Pos SAR Luwuk diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Car dan membawa sejumlah peralatan pendukung operasi SAR.
Namun, saat dalam perjalanan menuju lokasi kejadian, Tim Rescue Pos SAR Luwuk mendapatkan informasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga yang sedang beraktivitas di laut sekitar lokasi kejadian. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di atas perahunya.
Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Luwuk selanjutnya menuju rumah duka untuk memastikan kebenaran informasi mengenai penemuan korban sekaligus menyampaikan turut berduka cita kepada pihak keluarga atas musibah yang dialami.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas meninggalnya korban dan mengapresiasi warga yang telah membantu memberikan informasi terkait penemuan korban.
“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Setelah menerima informasi penemuan korban, Tim Rescue langsung melakukan pengecekan untuk memastikan informasi tersebut dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta unsur terkait,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Tim Rescue Pos SAR Luwuk membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya perahu karet, peralatan selam, perlengkapan water rescue, peralatan navigasi dan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan, dengan kecepatan angin sekitar 9 knot, tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter, dan arah angin dari barat laut.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Luwuk, pemerintah desa, dan masyarakat. Setelah mendapatkan informasi mengenai penemuan korban dan melakukan pengecekan di rumah duka, Tim Rescue selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan aktivitas yang dilakukan. (hms)
