Dampak Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah Terus Didata, Lebih dari Seribu Gempa Susulan Tercatat
Palu, 20 Juni 2026-Penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso pada Selasa (16/6) terus dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh unsur terkait.
Berdasarkan data terbaru BPBD Provinsi Sulawesi Tengah hingga Sabtu (20/6) pukul 19.30 WITA, gempa yang berpusat di darat pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer tersebut telah menimbulkan dampak kerusakan pada permukiman, fasilitas umum, rumah ibadah, sarana pendidikan, perkantoran, infrastruktur jalan, jembatan, serta jaringan air bersih di sejumlah wilayah terdampak.
Wilayah Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak kerusakan paling signifikan, khususnya di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki. Ratusan rumah warga mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat. Selain itu, sejumlah sekolah, puskesmas, rumah ibadah, kantor pemerintahan, pasar, jaringan air bersih, serta akses penghubung antar desa turut terdampak akibat gempa.
Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada 88 unit rumah warga serta beberapa fasilitas umum, di antaranya Gedung Auditorium dan Gedung Serbaguna Universitas Tadulako, sejumlah hotel, perkantoran, rumah ibadah, sekolah, serta keretakan pada Jembatan III Palu.
Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, dampak gempa berupa kerusakan rumah warga, rumah ibadah, sekolah, kantor pemerintahan, hingga kerusakan akses jalan di wilayah Napu.
Hingga Sabtu (20/6) pukul 18.30 WITA, BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 1.108 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 5,3 dan magnitudo terkecil 1,4. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Berdasarkan data korban sementara, tercatat 4 orang meninggal dunia akibat serangan jantung, puluhan warga mengalami luka ringan, dan sejumlah warga lainnya mengalami luka berat akibat tertimpa material bangunan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh gempa. Korban tersebar di Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Poso.
Sebagian besar masyarakat terdampak saat ini masih memilih mengungsi secara mandiri di pekarangan rumah maupun di kediaman kerabat karena masih adanya gempa susulan yang dirasakan.
Dalam upaya penanganan darurat, BPBD bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, PMI, serta berbagai instansi terkait terus melakukan asesmen lapangan, koordinasi lintas sektor, distribusi logistik dan tenda darurat, penyaluran air bersih, pengiriman alat berat untuk penanganan longsor, serta dukungan peralatan dan fasilitas penunjang bagi masyarakat terdampak.
Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di lokasi terdampak meliputi tenda pengungsi, tenda keluarga, matras, selimut, paket sembako, genset berkapasitas 1.000 watt, serta lampu tenaga surya guna mendukung aktivitas masyarakat di lokasi pengungsian.
Hingga laporan ini diterbitkan, situasi secara umum berada dalam kondisi aman dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Data perkembangan dan penanganan dampak gempa akan terus diperbarui sesuai hasil pendataan di lapangan oleh BPBD dan instansi terkait.Narasi ini sudah disesuaikan untuk publikasi website dengan gaya berita resmi, tanpa menampilkan rincian data desa per desa yang terlalu panjang namun tetap memuat informasi penting mengenai dampak, korban, penanganan, dan kondisi terkini.(hms)