Nelayan 65 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Hilang Kontak di Perairan Kulingkinari
TOJO UNA-UNA-Operasi SAR terhadap seorang nelayan yang hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama Mpalang Lahaling (65), ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan yang melintas pada Senin (5/10/2026).
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Sekretaris Desa Kabalutan, Salim Van Gobel, pada Jumat (2/10) pukul 06.32 WITA. Korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Bunta menuju Pulau Kabalutan pada Rabu (30/9) sekitar pukul 09.00 WITA.
Dalam perjalanan, korban diduga terbawa arus hingga tiba di Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka, sekitar pukul 20.00 WITA. Masyarakat setempat kemudian memberikan bantuan bahan bakar minyak (BBM) agar korban dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Kabalutan. Namun, hingga pukul 21.00 WITA korban belum tiba di lokasi tujuan sehingga kejadian tersebut dilaporkan dan meminta bantuan SAR.
Memasuki hari keempat pencarian, tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan pembagian tugas pada pukul 06.45 WITA, dilanjutkan pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) mulai pukul 07.00 WITA. Pencarian dilakukan menyusuri perairan Kulingkinari hingga Kabalutan sesuai rencana operasi.
Hasilnya, sekitar pukul 15.45 WITA, tim SAR gabungan menerima informasi dari seorang nelayan bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan yang melintas pada koordinat 0°41'23.57"S-121°45'39.77"E, atau sekitar 9 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat dan selanjutnya dievakuasi menuju Desa Bunta. Dengan ditemukannya korban, pada pukul 16.25 WITA operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dukungan selama pelaksanaan operasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Rusmadi.
Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Ampana, Pos Polairud, BPBD Ampana, Damkar Ampana, RAPI Ampana, aparat desa, serta masyarakat. Dalam pelaksanaan pencarian, tim menggunakan RIB, Rescue Car, peralatan water rescue, peralatan navigasi dan komunikasi, serta peralatan SAR medis.(hms)